Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label Tips Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Parenting. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Oktober 2010

Agar Bayi Mudah Makan


Sebagai orang tua, tentu kita ingin bayi kita sehat dan kuat. Masalahnya, kalau mereka tidak mau makanan yang bervariasi dan hanya suka makanan kesukaan saja, kita bisa repot. Mereka bisa kekurangan asupan gizi. Apalagi kalau sudah bosan dengan makanan kesukaan itu lalu menjadi ngadat tidak mau makan. Susah kan?

Berikut ini beberapa tips agar bayi mau makan makanan yang bervariasi. Agar bayi mudah makan berbagai jenis makanan:

1. Membuat makan jadi menyenangkan dengan menyajikan makanan dengan dalam berbagai bentuk atau bentuk wajah di piring

2. Memberi contoh – pada bayi atau balita Ibu. Cicipi sendiri makanan bayi dan buat suara 'mmm' sehingga bayi Ibu mengerti itu makanan yang enak dan ingin meniru.

3. Tawarkan porsi-porsi kecil dengan rasa dan tekstur berbeda pada waktu makan sehingga jika dia tidak suka yang satu dia bisa mencoba yang lain (meski tidak harus selalu makanan favoritnya). Porsi yang kecil juga lebih tidak menakutkan –tidak terlihat menakutkan baginya dan Ibu bisa menambahkan lagi jika dia menyenanginya!

4. Jika bayi Ibu memuntahkan kembali makanan, bersabarlah dan coba lagi lain hari. – Mungkin perlu ditambah sedikitsedikit variasi menggunakan dengan makanan favoritnya. Ini adalah proses yang panjang, namun bayi Ibu akan berterima kasih suatu hari nanti!

Demikian tips singkat agar bayi mudah makan. Agar bayi mau makan. Mungkin ibu punya tips lain agar anak mau makan dan mudah makan makanan bervariasi? Mari berbagi di sini.[]
Read More..

Rabu, 22 September 2010

Orang Tua yang Baik Sehatkan Pikiran Anak


Sebuah penelitian di Australia mengungkapkan bahwa ada hubungan jelas antara masa pengasuhan anak yang buruk denngan anak-anak yang mesti mengalami masalah kesehatan mental.

Penelitian yang dilakukan oleh Australian Institute of Family Studies (AIFS) itu menunjukkan depresi dan rasa cemas yang meningkat di kalangan orang dewasa muda yang mengalami pengasuhan yang buruk di masa kecil.

Sebaliknya, masa pengasuhan yang baik menunjukkan sumbangsih sosial dan kemanfaatan lainnya karena bisa mencegah anak mengalami masalah kesehatan mental.

"Anak yang tumbuh oleh orang tua yang suportif menunjukkan nilai tertinggi dalam kekuatan pribadi, kompetensi sosial, kepercayaan dan toleransi terhadap orang lain, dan umumnya dipercaya pihak berwenang seperti polisi atau pemerintah," ujar peneliti AIFS Diana Smart.

"Meletakkan fondasi kuat seperti itu mampu menyangga anak dari terbangunnya masalah kesehatan mental."

Penelitian ini mengambil data dari seribu anak muda yang berusia antara 23-24 tahun. Hasilnya menunjukkan hampir seperempat (23 persen) dari anak muda yang disurvey dilaporkan mendapat satu atau lebih bentuk pengasuhan yang salah selama masa kanak-kanak.

Kisarannya dari tertinggi 17 persen yang dilaporkan mengalamim perlakuan emosional yang salah, sampai yang terendah tiga persen terendah yang dilaporkan telah ditelantarkan selama masa pengasuhan.

Kesulitan-kesulitan keluarga lainnya adalah termasuk 18 persen yang mengalami kemiskinan, dan 12 persen yang tumbuh bersama orang tua yang mengidap gangguan mental atau mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa 30 persen dari mereka yang memiliki keluarga yang tidak suportif megalami depresi di masa dewasa, sementara 12 persen lainnya mengalami pengalaman sebaliknya karena mempunyai orang tua yang suportif.

Seperempat dari mereka yang tumbuh dalam keluarga yang suportif menderita penyakit cemas, sebaliknya 14 persen anak muda berbahagia karena memiliki pengalaman masa kecil yang positif.

Meskipun ada perbedaan di masa kecil, ada kencendurungan umum pada 94 persen dari seluruh peserta survey yang setuju bahwa orang tua mereka telah mengajari mereka cinta dan kasih sayang.

"Penelitian itu menunjukkan bahwa perlakuan baik selama masa masa dewasa kaum muda tergantung pada investasi aktif orang tua dalam cinta, kasih sayang dan dorongan selama masa kecil anak," kata Direktur AIFS Professor Alan Hayes.

"Itu tidak hanya soal ketiadaan pengalaman negatif yang membuat perbedaan, namun juga mengenai masa pengasuhan orang tua yang berkualitas tinggi," tambahnya.

Dta lainnya dari the AIFS menunjukkan, pada beberapa titik di masa kecil mereka, lima sampai sepuluh persen dari anak Australia akan mengalami penganiayaan fisik, 11 persen bakal menghadapi kekerasan emosional, dan 12 sampai 23 persen akan menghadapi masalah kekerasan dalam keluarga.

Juga, lebih dari delapan persen anak laki-laki dan 12 persen anak perempuan bakal mengalami pelecehan seksual parah. (sumber: Antara)
Read More..

Senin, 07 Juni 2010

Agar Anak Mau Belajar


Bagaimana caranya agar anak mau belajar? Setiap orangtua pasti suka jika anaknya mau belajar. Tapi seringkali kenyataan sebaliknya, anak tidak mau belajar. Banyak hal yang kemudian dilakukan orangtua agar anak mau belajar. Sebab, belajar sesungguhnya adalah kebaikan bagi anak. Meskipun saat ini terasa berat dibandingkan bermain, tetapi ia merupakan bekal bagi masa depan anak.

Motivasi dapat membuat perbedaan yang mencolok pada prestasi dua orang siswa yang tingkat intellegensinya sama. Bahkan anak yang paling cerdas di kelas tidak akan berhasil jika tidak ada dorongan dari dirinya sendiri untuk belajar. Sangatlah penting untuk membangkitkan rangsangan yang positif pada anak sejak usia dini. Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan rumah yang hangat dan mendukung, akan memberi dorongan bagi anak untuk maju. Anak akan bersikap terbuka, tidak segan-segan terhadap minatnya yang khusus, dan merasa bebas untuk memenuhi rasa ingin tahunya.

Disiplin yang berlebihan atau terlalu ketat dapat membuat anak cemas dan menurunkan kemampuannya untuk memusatkan perhatian pada sesuatu yang khusus. Memberi pujian atas usaha dan prestasi merupakan dorongan yang lebih efektif daripada mencela suatu kegagalan. Hal ini cocok dilakukan bagi siswa yang baru mulai sekolah, yang sering merasa takut pada suasana di kelas waktu pertama kali masuk. Rasa percaya diri akan kemampuan intelektualnya yang sedang berkembang masih peka, dan ia memerlukan orangtuanya untuk mengobati rasa sakit hati dan kekecewaan yang tak terelakkan.

Hadiahnya adalah belajar. Seorang anak membaca buku mungkin karena ia ingin tahu lebih banyak mengenai suatu hal. Para ahli psikologi menyebutnya “motivasi intrinsik”, dan setiap orangtua dan guru menanggapinya dengan baik. Dengan motivasi ini, seorang anak memerlukan perhatian anda ketimbang penghargaan lain. Penelitian membuktikan bahwa pemberian hadiah untuk apa yang dilakukan anak yang sudah termotivasi malahan akan merusak minatnya yang alamiah. Memberikan hadiah karena anak mampu membaca tiga bab membuatnya berhenti sampai disitu. Namun bila dibiarkan, ia akan menyelesaikan seluruh isi buku.

Tunjukkan betapa usaha dan prestasi mempunyai arti yang penting. Salah satu caranya adalah mengisi rumah anda dengan bermacam-macam buku dan majalah, membaca surat kabar setiap hari, mengikuti berita sore di Televisi, dan menghadirkan percakapan sebagai bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

Semoga artikel singkat yang diambilkan dari bayisehat.com ini dapat membantu agar anak mau belajar.
Read More..

Minggu, 07 Maret 2010

Tips Pendukung Menidurkan Bayi


Tidur adalah aktifitas penting bagi bayi. Bayi membutuhkan waktu tidur lebih lama untuk mendukung perkembangan tubuh dan otaknya. Bayi usia 0-2 bulan, membutuhkan jam tidur 10,5 – 18 jam sehari. Bayi usia 2-12 bulan membutuhkan jam tidur 14 – 15 jam sehari. Dan untuk usia 1-3 tahun, mereka membutuhkan tidur 12 – 14 jam sehari. Berikut ini tips pendukung yang perlu diperhatikan sebelum menidurkan bayi:

1. Memberi Makanan dan Minuman yang Cukup
Banyak bayi sulit tidur atau sering terbangun dari tidurnya karena merasa belum kenyang. Karena itu, penuhi kebutuhan makan dan minum bayi sebelum tidur. Jika kebutuhan fisiknya dipenuhi, si kecil tidak lagi sering terbangun di tengah malam. Yang perlu diperhatikan, ditinjau dari kesehatan gigi, kebiasaan memberikan susu di malam hari sebaiknya dihentikan setelah gigi bayi muncul (sekitar usia 6 bulan setelah masa ASI eksklusif). Sebagai gantinya, berikan air putih jika ia memang haus atau tenangkan bayi agar tidur kembali.

2. Memakaian Baju yang Tepat
Pilihlah baju untuk tidur yang nyaman. Sesuaikan ukurannya dengan tubuh bayi. Jangan terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil yang dapat membuatnya sesak. Pilih yang bahannya lembut. Baju tidur yang nyaman membantu bayi terlelap semalaman.

3. Bersihkan Badan Bayi
Tubuh lengket karena keringat dan kotor sehabis makan dan bermain gampang membuat kulit bayi gatal-gatal yang mengganggu tidurnya. Sebaiknya, seka tubuh bayi dengan waslap basah sebelum tidur. Kalau perlu sapukan bedak ke lipatan kulitnya dan oleskan minyak telon di perut dan punggungnya. Cara itu bisa membuat bayi nyaman dan cepat tertidur.

4. Atur Kamar dan Ruangan
Atur suasana kamar sehingga nyaman untuk tidur. Ini meliputi tata cahaya, ventilasi, tata warna, suhu, dan juga keadaan boksnya. Anda bisa meletakkan boks di dalam kamar tidur, di samping ranjang orangtua atau di kamar tersendiri. Masing-masing pilihan ini memiliki kekurangan dan kelebihan. Jika bayi sering gelisah dan terbangun dari tidur, ganjal sisi tubuhnya dengan bantal kecil atau buntalan selimut (bisa juga handuk lembut) sehingga bayi merasa ada yang menjaganya. Hindarkan juga suara bising yang membuatnya mudah terjaga.

Jangan gunakan pewangi ruangan dan obat pengusir nyamuk yang bisa membuatnya sesak. Nyamuk memang sering membuat bayi tidak nyenyak tidur. Pakailah kelambu yang bisa melindungi bayi dari serangan nyamuk.

5. Buang Air sebelum Tidur
Celana basah dan kotor bisa mengganggu tidur bayi. Karena itu, usahakan agar bayi buang air besar (BAB) atau buang air kecil (BAK) sebelum tidur. Memang, ini tidak menjamin bayi tidak BAB dan BAK di waktu malam, karena sering tidaknya bayi buang air dipengaruhi asupan minuman dan makanan, juga beragam faktor lain. Tapi setidaknya, bayi terbiasa mengatur jam biologisnya, termasuk untuk BAB dan BAK. Nah, agar bayi bisa tetap “kering” jangan biasakan memberinya susu jika ia bangun malam atau gunakan pospak. Kebutuhan nutrisi bayi 6 bulan ke atas sebaiknya dipenuhi pada pagi hingga 1-2 jam sebelum tidur malam saja.

6. Jika Masih Memakai Popok, Pilihlah yang Tepat
Ini karena, banyak bayi yang tidak merasa nyaman dengan jenis popok tertentu. Apalagi sekarang banyak pilihan popok bayi dengan beragam harga dan kualitas serta jenisnya. Jika memang bayi tidak nyaman dengan popok biasa, membuat kulitnya kemerahan atau terasa panas sehingga sering menangis, pilihlah popok yang berjenis soft atau ultra soft. Harganya memang lebih mahal, tetapi untuk kenyamanan bayi, mengapa tidak?

Semoga tips pendukung menidurkan bayi di atas bermanfaat sehingga bayi bisa tidur nyenyak. Dengan demikian jam tidurnya terpenuhi dan bayi tumbuh sehat dan cerdas.
Read More..

Jumat, 05 Maret 2010

Jika Bayi Menangis pada Malam Hari


Jika Bayi Menangis pada Malam Hari. Jika bayi yang masih berumur 2 minggu lebih, tiba-tiba menangis dan tanpa sebab yang jelas, ayahbunda pasti bingung dan panik. Hal itu wajar saja, karena kondisi anak yang masih rentan dan belum bisa mengekspresikan kondisinya. Ada kemungkinan, si kecil mengalami yang namanya kolik infantil. Dan kolik ini terjadi pada 20% bayi yang masih berusia 2 minggu samapi 4 bulan.

Apa penyebab kolik infantil?

Sampai sekarang, penyebab kolik ini belum bisa dipastikan. Gejala si kecil mengalami kolik, bayi akan menangis, seringkali kaki-nya ditekuk dan ditarik ke arah perut dan dengan wajah yang memerah serta buang angin. Melihat gejala ini, seringkali kejadian kolik ini seringkali dikaitkan dengan gangguan sistem pencernaan-nya yang memang masih belum sempurna. Karena hal ini tidak akan membahayakan si kecil, ayahbunda disarankan tidak panik dan tidak usah membawa si kecil ke dokter.

Cara mengatasi kolik infantil


Karena belum ditemukan obat yang sesuai untuk menyembuhkan kolik pada si kecil, yang bisa dilakukan ayahbunda hanyalah mengurangi atau meminimalkan resiko-resiko yang tidak diharapkan. Berikut ini cara atau tips yang bisa ayahbunda lakukan ketika si kecil mengalami kolik infantil.

* Gendong sambil elus-elus punggungnya, agar bayi bersendawa.
* Gendong sambil diayun perlahan, agar bayi merasa aman dan nyaman.
* Dekap bayi agar bayi merasa hangat.
* Jika kulitnya agak dingin, kenakan sarung tangan, kaus kaki dan selimut.
* Bersikaplah tenang (ini yang paling penting). Kepanikan Anda biasanya dirasakan juga oleh bayi. Hal ini bisa membuat bayi semakin rewel.(Sumber: Blog Anak-Balita)
Read More..

Selasa, 23 Februari 2010

Agar Bayi Tidur Nyenyak


Sebagai orang tua, kita pasti menginginkan bayi kita bisa tidur nyenyak. Terlebih, usia bayi membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dari kita. Untuk bayi usia 0-2 bulan, jumlah jam tidur yang dibutuhkan adalah 10,5 – 18 jam sehari. Untuk bayi usia 2-12 bulan, jumlah jam tidur yang dibutuhkan adalah 14 – 15 jam sehari. Untuk usia 1-3 tahun, jumlah jam tidur yang dibutuhkan adalah 12 – 14 jam sehari. Nah, bagaimana caranya agar bayi kita tidur nyenyak?

Jika bayi kita baru ditidurkan tiba-tiba ada suara yang datang tiba-tiba seperti anak-anak bermain, suara gaduh, dan lain-lain tentu ia akan bangun dan tidak bisa tidur nyenyak. Di samping itu kita juga tidak bisa mengerjakan pekerjaan lain. Entah itu mencuci, masak, ngepel lantai atau bisnis online :P

Lalu bagaimana caranya agar bayi tidur nyenyak, tidak kaget dan terbangun saat ada suara gaduh seperti suara anak-anak yang bermain? Diantara tips yang cukup efektif adalah menyalakan musik saat bayi mau tidur dan biarkan musik tetap menyala saat bayi sudah tidur. Bagi Anda yang muslim, ada alternatif lain yang lebih bagus. Yaitu Anda putarkan tilawah untuk menemani bayi tidur. Sekarang banyak pilihan kaset murottal tilawah Al-Qur'an yang bisa Anda peroleh dengan mudah, baik di toko musik maupun download di internet.

Musik klasik dan tilawah murottal, di samping akan membuat bayi Anda tidur lebih nyenyak, juga diyakini memiliki dampak positif bagi perkembangan otak bayi Anda. Tapi ingat, alat elektronik yang Anda pakai untuk memutar musik atau tilawah tadi harus berjarak cukup jauh dari bayi. Jangan dekat-dekat. Apalagi kalau yang dipakai adalah MP3 player-nya HP. Perlu diperhatikan jaraknya. Ya, setidaknya 1 meter atau lebih lah.

Demikian salah satu tips agar bayi tidur nyenyak. Jika bayi tidur nyenyak, tentu selain baik bagi bayi juga baik bagi Anda. Bagaimana pendapat Anda?[SP]
Read More..

Sabtu, 20 Februari 2010

7 Langkah Agar Bayi Sehat dan Kuat


Bagaimana agar bayi sehat dan kuat? Sementara satu tahun pertama usia bayi merupakan masa-masa rawan gangguan kesehatan karena daya tahan tubuhnya sangatlah rentan. Inilah cara-cara meningkatkan daya tahan tubuh bayi yang diambil dari tabloid-nikita.com sehingga bayi sehat dan kuat. Selamat membaca 7 langkah agar bayi sehat dan kuat.

1. Beri ASI Eksklusif

ASI mengandung berbagai zat antibodi yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Sel-sel darah putih yang terkandung dalam ASI juga dapat menghambat kemunculan dan perkembangbiakan bakteri serta virus yang bisa menyebabkan timbulnya alergi, diare, pneumonia, meningitis maupun infeksi telinga dan infeksi kandung kemih.

Di hari-hari pertama, ASI mengandung kolostrum yang sering disebut ASI premium. Cairan yang bewarna kekuningan inilah yang kandungan vitaminnya paling lengkap dan sempurna sehingga mampu memberi perlindungan yang sangat ampuh bagi tubuh bayi. ASI juga mengandung protein khusus yang disebut taurin. Protein akan mengoptimalkan pertumbuhan sel otak sekaligus meningkatkan kecerdasan bayi.

Anjuran minimal yang disepakati para ahli kesehatan dunia yakni agar para ibu setidaknya memberikan ASI selama 6 bulan (eksklusif) tanpa disertai asupan makanan lain. Untuk selanjutnya pemberian ASI tetap dapat diteruskan hingga bayi berusia 2 tahun.

Menyusui secara eksklusif juga memberi kesempatan pada ibu untuk mengembangkan bonding/kedekatan ibu-anak. Kedekatan ini terjalin karena setiap kali menyusui terjadi kontak langsung saat ibu mendekap bayinya dan membiarkan puting buah dadanya diisap si kecil. Dekapan hangat ibu akan membuat bayi merasa nyaman yang pada akhirnya menumbuhkan basic trust. Nah, basic trust inilah yang menjadi modal awal yang kelak akan membuat bayi tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan mandiri.

2. Patuhi Jadwal Imunisasi

Pemerintah mewajibkan 5 jenis imunisasi dasar yang sudah harus terpenuhi sebelum anak berusia setahun. Kelima imunisasi itu adalah BCG (Bacille, Calmette, Guerin), hepatitis B, DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus), polio, dan campak. Pertimbangannya, penyakit-penyakit tersebut memiliki angka kesakitan dan kematian yang tinggi, selain bisa menimbulkan kecacatan.

Imunisasi dasar diberikan agar anak mendapat kekebalan awal secara aktif. Mematuhi jadwal imunisasi sangat dianjurkan agar hasilnya optimal. Contohnya, mengikuti jadwal imunisasi DPT pada usia 2, 4 dan 6 bulan. Pengulangan dilakukan untuk memperkuat antibodi yang sudah terbentuk.

Seperti diketahui, imunisasi akan memunculkan antibodi pada yang diberikan. Setelah mendapat imunisasi, antibodi bayi akan naik. Tapi suatu saat, antibodi itu bisa turun. Nah, saat itulah imunisasi harus diberikan lagi agar antibodinya yang turun bisa kembali naik. Jika tak dilakukan pengulangan imunisasi, maka saat daya tahan tubuh turun, kemungkinan terkena penyakit yang akan ditangkal bisa saja terjadi. Itulah sebabnya, mematuhi jadwal imunisasi menjadi sangat penting.

3. Biasakan Cuci Tangan

Bayi sangat rentan terhadap virus dan bakteri. Oleh karena itu sebelum memegangnya, jangan lupa cuci tangan dahulu. Terutama sehabis bepergian atau menyentuh sesuatu yang tidak terjamin kebersihannya. Orang lain yang hendak memegang dan menggendong si kecil pun sebaiknya diminta mencuci tangan dahulu. Gunakan sabun setiap kali mencuci tangan.

Sampai berusia 6 bulan, kekebalan tubuh bayi belum terbangun sempurna. Ia masih bergantung pada kekebalan tubuh ibunya yang dibawa sejak lahir dan dari ASI. Oleh sebab itu, penting menjaga jangan sampai bayi terkena virus dan bakteri, di antaranya yang dipaparkan dengan tangan apabila tidak terjaga kebersihannya.

Bahkan kebanyakan penyakit infeksi yang diderita bayi, seperti pilek, demam, batuk, atau diare, didapat dari tangannya sendiri selain tangan orang dewasa yang memegangnya.

4. Jangan Merokok

Anjuran ini hendaknya benar-benar dipatuhi sebab kita semua sudah tahu betapa berbahayanya asap rokok. Penelitian yang dilakukan National Health Institute di Amerika tahun 1997 mengatakan, dalam setiap kepulan asap rokok setidaknya terdapat 4.000 jenis racun yang dapat mengganggu kesehatan, bahkan membunuh pertumbuhan sel-sel baru. Jadi, merokok di depan bayi sama artinya dengan menjadi silent killer alias si pembunuh diam-diam.

Bayi yang sering terpapar asap rokok pun makin berisiko mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian tiba-tiba, bronkitis, asma, dan infeksi telinga. Bahkan, asap rokok berdampak buruk pada intelegensi dan perkembangan saraf bayi. Yang mengejutkan, ibu menyusui yang menghirup asap rokok, baik dari rokoknya sendiri atau orang lain, di dalam ASI-nya terkan-dung nikotin yang sudah tentu akan berdampak buruk bagi bayi.

5. Jaga kebersihan Lingkungan

Diare dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) meru-pakan penyakit langganan yang paling sering diderita bayi. Kedua penyakit ini sering dihubungkan dengan lingkungan di sekitar bayi yang kurang higienis. Itulah mengapa, prioritaskan kebersihan lingkungan bila ada bayi. Contohnya, membersihkan rumah secara rutin, selain rajin membersihkan diri dan meminta seluruh anggota keluarga menjaga kebersihan pribadinya, serta menjaga kebersihan makanan yang akan disajikan kepada bayi bila sudah membutuhkan makanan pendamping ASI. Bayi pun sudah mulai diajarkan tentang kebersihan dengan cara teratur memandikannya dan mengganti bajunya setiap kali basah atau kotor.

6. Cukupkan Waktu Tidur Bayi

Penelitian yang dilakukan di Boston, USA (2002) mengung-kapkan bahwa tidur yang nyenyak pada bayi dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Pasalnya, selama tidur, bayi membangun sel-sel baru dalam tubuhnya yang dapat menangkal berbagai serangan mikroba dan virus. Singkatnya, tidur yang cukup (16-18 jam sehari) berhubungan erat dengan meningkatnya imunitas.

Jadi, selalu upayakan agar bayi tak rewel dan bisa nyenyak tidurnya dengan segera menyusuinya bila lapar, mengganti popoknya yang basah bila mengompol, dan menghindari suasana bising di kamar. Jika si kecil tak mengalami hambatan tidur tapi tiba-tiba jadi sulit tidur, perlu dicurigai adanya indikasi suatu penyakit. Orangtualah yang mesti pandai-pandai "membaca" isyarat dari buah hatinya.

7. Penuhi Kebutuhan Nutrisinya

Setelah masa ASI eksklusif 6 bulan berlalu, pengenalan makanan semipadat dapat dilakukan sedikit demi sedikit sampai bayi bisa beradaptasi. Saat pemberian makanan tambahan, perhatikan benar kandungan gizi masing-masing jenis bahan agar kebutuhan gizi si kecil bisa tercukupi.

Kecukupan gizi membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Protein, contohnya, yang didapat dari susu berguna sebagai "pembangkit" daya tahan tubuh. Imunisasi yang sebagian besar terdiri atas zat protein akan optimal hasilnya bila di dalam tubuh bayi ditemukan protein. Itu sebabnya, bayi dengan gizi buruk umumnya ketika mendapat imunisasi, hasilnya tidak optimal.

Selain itu, sertakan buah-buahan dan sayuran yang banyak mengandung vitamin C dan betakaroten seperti jeruk dan wortel. Vitamin C dan betakaroten dipercaya mampu menangkal virus dan membantu perkembangan sel-sel baru.

Tingkat kepadatan makanan pendamping ASI tentu saja harus diperhatikan agar pencernaan bayi tidak "kaget". Mulailah dari yang agar encer, semi padat, dan agak padat semisal bubur susu encer, bubur kental, dan kemudian nasi tim.

Demikian 7 langkah agar bayi sehat dan kuat. Semoga artikel ini bermanfaat serta bayi Anda menjadi sehat dan kuat.
Read More..